Selasa, 19 Oktober 2021

Budi Purnama : Evakuasi Dilakukan Dua Tahap

CahayaTotabuan, Kotamobau- Pencarian korban longsor di Desa Bakan memasuki hari kedelapan, Tim Gabungan Basarnas melakukan konferesi pers di Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bolmong, Selasa 5/2/2019.

Konferensi pers ini dipimpin oleh Brigjen TNI. Mar. Budi Purnama sebagai direktur operasi, dan didampingi oleh Kapolres Kota Kotamobagu, pihak JRBM dan Pemda BOLMONG.

Brigjen TNI. Marinir Budi Purnama menyampaikan dalam konferensi pers “bahwa Basarnas membagi dua kegiatan, pertama evakuasi terhitung mulai dari tanggal 26 februari – 3 Maret 2019 hasilnya 27 korban yang bisa dievakuasi, 19 korban yang semula selamat menjadi 18, dan korban meninggal menjadi 9 orang.”

“Kemudian ditanggal 28 Februari  Basarnas berhenti melakukan kegiatan, karena mendapat kesulitan, dimana lokasi tersebut Basarnas masih ragu untuk melakukan kegiatan, karena disaat itu kondisi korban masih dalam keadaan hidup atau meninggal dunia, maka Basarnas dengan menggunakan alat Resque radar untuk memastikan korban dalam radius 60 meter persegi ditemukan tanda-tanda kehidupan. Dan ditanggal 1 Maret masih juga melakukan hal yang sama, assement dilakukan memanggil tokoh adat dan tokoh agama mendoakan sebelum membuka lubang, setelah lubang dibuka Basarnas melakukan assement yang kedua untuk lebih memastikan apakah masih ada tanda-tanda kehidupan.”

“Evakuasi kedua mulai terhitung tanggal 4 Maret, korban yang ditemukan Tim Basarnas Gabungan telah sepakat diberi sebutan bukan korban namun kantong jenasah, karena apa saja yang ditemukan oleh tim Basarnas tetap dimasukan kedalam kantong jenasah, karena bukan wewenangnya Basarnas untuk menentukan apakah yang ditemukan dalam kantong 1 orang atau 2 orang, semuanya dikirim ke DVI Postmorten,” jelas Budi Purnama.

Terinformasi lubang yang ditemukan kedalaman 7 meter, dan Tim Basarnas Gabungan terdiri dari TNI, Polri. (D-P1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *