Diadili Di Sidang Korupsi, Bukan Berarti Korupsi

CahayaTotabuan, Kotamobagu- Tersangka korupsi belum bisa dituduh korupsi sampai benar terbukti melakukan korupsi merugikan keuangan negara/daerah dihadapan sidang pengadilan.
Belakangan ini timbul berbagai kabar terkait tuduhan yang dialamatkan kepada calon wakil walikota nomor urut 2 Suharjo Makalalag, bahwa dalam hukuman penjara yang pernah dijalani adalah terkait korupsi yang mengakibatkan kerugian negara/daerah. Suharjo ketika ditemui meluruskan soal hukuman yang djalaninya.

Media Center Jadi-Jo (MC JJ)
Suharjo Makalalag (SM)

MC JJ : Assalamualaikum Pak Harjo
SM : Waalaikumsalam, bagimana kabar adinda semua?
MC JJ : Sehat Pak, Papa Sara (panggilan akrab SM) sendiri?

SM : Alhamdulilah sehat.

MC JJ : Maksud kedatangan kami hanya ingin sedikit penjelasan terkait keterlibatan Papa Sara pada kasus TPAPD beberapa tahun lalu.

SM : Kasus ini memang saat ini menjadi jualan ‘black campaign’ oknum~oknum yg tidak tahu masalah yg sebenarnya dalam Pilwako ini. Perlu saya sedikit luruskan bahwa dalam kasus ini saya memang didakwa telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dan  ini tercantum dalam dakwaan primer kesatu yakni pasal pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang telah diubah UU No tahun 2001tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999, Jo pasal 55 ayat satu ke-1 KUHPidana (sembari menunjukkan buku putusan Pengadilan, terlampir)
MC JJ : Apa lagi pasal yang didakwakan kepada bapak oleh Jaksa Penuntut Umu (JPU) pada saat itu?

SM : Selain primair pertama tadi, masih ada juga dakwaan kedua yakni dianggap dengan sengaja menitipkan harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga hasil tindak pidana baik atas nama sendiri atau orang lain. Sebagai mana dalam dakwaan pasal 3 ayat satu huruf e tentang undang undang nomor 25 tahun 2003 tentang perubahan undang undang nomor 15 tahun 2002 tentang tindak pidana pencucian uang tindak pidana pencucian uang. Juga didakwa subsider karena dianggap membantu dengan sengaja memberi kesempatan serta sarana hingga terjadi tindak pidana korupsi. Dan didakwah dengan pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang telah diubah UU No tahun 2001tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999, Jo pasal 56 angka 1 dan angka 2 KUHPidana (sembari menunjukkan lagi dakwaan subsider pertama). Tidak hanya kesatu ini, masih ada subsider lebih yakni melakukan percobaan pembantuan atas tindak pidana korupsi.

MCC JJ : Dari segala dakwaan yang disangkahkan tersebut. Dakwaan apa saja yang tidak terbukti kepada Pak Harjo dalam putusan pengadilan?

SM : Dalam putusan yang dijatuhkan majelis saya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu primair, dakwaan kesatu subsider , dan dakwaan kedua primair. Dimana pasal~ pasal tersebut terkait penyalahgunaan wewenang/jabatan. Dan saya dibebaskan atas dakwaan-dakwaan tersebut.

MC JJ : Terus kenapa bapak sampai dihukum jika memang tidak terbukti?

SM :  Saya masih terjerat dengan subsider lebih dalam tindak pidana pembantuan sebagaimana dakwaan subsider lebih tadi. Sehingga saya dihukum satu tahun penjara dengan denda Rp 50 juta. Dan kalau denda tidak saya bayar waktu itu akan diganti dengan hukuman 2 bulan penjara. Dan saya jalani sembilan bulan penjara karena dapat justice colaborator dan sdh bayar denda. Dan ingat denda itu bukan tgr, ataupun kerugian negara yagn saya nikmati, namun semacam pembayaran ke negaara atas kasus tersebut.
Saya juga mendapat  surat dari pengadilan bahwa  tidak ada kerugian negara atas kasus tipikor yang menimpa saya.
Dan juga ada surat dari inspektorat bolmong bahwa saya bebas TGR yg dikeluarkan tgl 31 jamuari yg lalu.

MC JJ : Jadi anggapan selama ini bahwa bapak dihukum karena turut menikmati uang korupsi TPAPD adalah tidak terbukti di Pengadilan?

SM : Benar skali. Tak ada sesen pun yang saya dan keluarga saya nikmati. Jangankan nikmati, lihatpun tidak.

Saya sejak lama sudah cukup gerah dengan isu isu diluar sana yang seolah menyudutkan saya. Tapi dengan adanya pertemuan serta penjelasan ini saya sudah cukup legah mudah-mudahan isu yang selama ini menyudutkan saya, dapat dijelaskan dengan wanwancara ini. (Songkor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *